Slide 1
Artikel

MULIAKAN MEREKA, DAN TUNJUKKAN KEISLAMANMU, MAKA...

Jumat, 24 November 2017    

Saudaraku, inilah beberapa kisah sebagai referensi, inspirasi bagi jiwa...

Muliakan Mereka, maka...
Ada beberapa orang yang ingin menjumpai Rasulullah saw. Salah seorang di antara
mereka menceritakan, "Kami berusaha mencari tahu tentang Rasulullah, kerana kami
belum pernah mengenal dan melihatnya. Kami bertemu dengan seorang laki-laki,
lalu kami bertanya kepadanya tentang Rasulullah. la menjawab, 'Apakah kalian mengenalnya?'
Kami menjawab, 'Tidak.' Ia berkata, 'Jika kalian masuk ke dalam masjid, maka
Muhammad adalah seseorang yang duduk bersama Abbas bin Abdul Muthalib yang
tak lain adalah pamannya.' Kami menjawab, 'Ya, kami mengenal Abbas, dia sering
datang kepada kami untuk berdagang.' la berkata, 'Jika kalian masuk masjid, maka
Muhammad adalah orang yang duduk bersama Abbas.' Kemudian kami masuk ke
dalam masjid dan kami menjumpai Rasulullah yang sedang duduk bersama Abbas.
Kami memberi salam, lalu duduk di dekat mereka. Kemudian Rasulullah bertanya
kepada Abbas, 'Wahai Abul Fadl apakah engkau mengenal dua orang ini?' Abbas
menjawab, 'Ya. Ia adalah Bara' bin Ma'rur, seorang pemuka kaum dan ini Ka'ab bin
Malik.' Rasul bertanya, 'Apakah dia penyair yang terkenal itu?' Abbas menjawab, “Ya."
Sungguh, saya tidak pernah melupakan ucapan beliau, "Apakah dia penyair
yang terkenal itu?" Demikianlah metode Rasulullah dalam memikat hati
mad'unya...

Waktu itu saya sedang berada di kantor pusat sebuah jama’ah dakwah di Kairo.
Saya melihat Ustadz Hasan Al-Banna sedang berbicara dengan salah seorang pemuda
(saat itu ada banyak pemuda yang hadir di sana). Dalam pembicaraan itu, Ustadz
Hasan Al-Banna banyak menyanjung tokoh-tokoh muslim Syria. Lalu pemuda itu
bertanya dengan nada heran, "Apakah Ustadz sudah pernah berkunjung ke
Syria?" Ustadz menjawab, "Saya sudah berniat untuk mengunjunginya,
mudah-mudahan Allah mengabulkannya."
Akhirnya harapan itu pun terwujud. Pada tahun 1948 M. beliau pergi ke Syria
dalam acara penyambutan kedatangan rombongan Relawan yang datang dari
Mesir untuk bergabung dengan anggota Relawan Syria dalam latihan
militer di Quthna, sebelum ikut terjun dalam perang melawan Zionis Yahudi di Palestina.
Kedatangan Ustadz Hasan Al-Banna sendiri disambut gembira oleh massa yang
melimpah ruah...

Pada tahun 1948 M. saya masuk dalam anggota pasukan militer yang dikirim untuk
berperang di Palestina. Waktu itu saya berkunjung ke kantor Jama’ah Dakwah di
kota Gaza atas nama Jam'iyah At-Tauhid. Di dalam buku tamu saya menjumpai
tulisan Ustadz Hasan Al-Banna yang telah datang ke Palestina bersama batalion
pertama untuk mengusir Yahudi tatkala Inggris menarik pasukannya pada bulan Mei
1948 M. Di antara bunyi tulisan itu adalah:
"Hari ini saya berkunjung ke Kantor Cabang Jama’ah di kota Gaza Hasyim...."
Saya berhenti pada tulisan beliau, "Gaza Hasyim". Untuk pertama kalinya saya mengetahui
bahwa Hasyim, kakek Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam, dimakamkan di kota Gaza.
 
Tunjukkan Islammu, maka...
Saya pergi bersama beberapa teman untuk mengunjungi seorang pasien di sebuah
rumah sakit di Jerman. Ketika kami sedang berjalan, kami berpapasan dengan
seorang dokter muda yang kelihatannya berasal dari Jerman. Namun tiba-tiba ia
mengucapkan "Assalamu'alaikum" kepada kami. Salah seorang di antara kami
mengejarnya dan berkenalan. Dokter itu mengatakan bahawa dirinya seorang
muslim. Begitulah, seandainya dokter itu tidak mengucapkan salam, maka kami tidak
akan mengetahui bahawa la beragama Islam dan kami pun akan kesulitan
mendapatkan orang yang dapat membantu kami...

Tatkala saya berada di Jerman, saya dan seorang teman naik sebuah trem cepat.
Kami duduk di sebelah seorang tentara Amerika Serikat berkulit coklat. Tatkala mendengar
kami berbicara dengan bahasa Arab, la berkata, "Kalian beragama Islam?" Kami
menjawab, "Ya, Alhamdulillah, kami adalah orang Islam." Lalu ia berkata dengan
suara agak keras, "Saya juga seorang muslim, nama saya Muhammad." Kemudian
dengan cepat la merogoh tasnya dan mengeluarkan sebungkus rokok, lalu
disodorkannya kepada kami. Kami menolak tawaran itu dengan ucapan terima kasih
dan meminta maaf. Kemudian ia bangkit dan menjabat tangan kami dengan hangat sekali
dan berbicara dengan bahasa Arab secara terbata-bata, "Sesungguhnya
Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, hendaklah ia muliakan tamunya."'
Kejadian itu menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar kami. Tatkala
sampai di stasiun tujuannya, ia berdiri dan menjabat tangan kami sekali lagi lalu turun
dengan perasaan amat bahagia. Kami pun telah mencatat alamatnya, sehingga kami
dapat berkirim surat kepadanya. Begitulah, seandainya kami tidak berbicara
dengan bahasa Arab, niscaya ia tidak akan peduli dan kami akan kehilangan seorang
teman...

Marilah kita melihat bagaimana orang-orang Perancis mengetahui masuk
Islamnya ilmuwan besar berkebangsaan Perancis, Jacques Yves Costeau,
seorang ilmuwan yang ahli di bidang laut dalam. Tatkala ia bepergian bersama teman-temannya,
ia disuguhi minuman keras tetapi ia menolak. Teman-temannya berseloroh,
"Apakah kamu sudah menjadi Muslim?" Ia menjawab, "Ya." Sejak itu mereka lebih berhati-hati
dan menghargai keyakinan Jacques Costeau. Ternyata ia sudah merahasiakan
keislamannya selama bertahun-tahun. Begitulah, akhlak dan perilaku yang islami
adalah dakwah...


Komentar Anda

Artikel Lainnya