Slide 1
Berita

INDONESIA BERDUKA

Kamis, 30 November 2017    

Berdasarkan pantauan BMKG, Siklon Tropis "Cempaka" di Selatan Jawa telah melemah menjadi Depresi Tropis (eks-Cempaka) yang bergerak ke arah Barat Daya menjauhi perairan Indonesia. Hal ini diutarakan oleh Kepala BMKG, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, M. Sc saat memberikan keterangan pers, Rabu Sore.

Dampak dari eks-siklon tropis "Cempaka" memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia, seperti: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Selatan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Lombok, menyebabkan angin kencang hingga 20 knots (36 km/jam) yang berpotensi di wilayah Selatan Jawa. Sementara untuk kondisi perairan, menyebabkan gelombang tinggi 2.5-4 meter di perairan Selatan Banten hingga Selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan P. Jawa.

Cuaca ektrem telah menyebabkan banjir, longsor dan puting beliung di 21  kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Data sementara yang dihimpun Posko BNPB, bencana tersebut terjadi Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.

Daerah Pacitan yang paling dekat dengan siklon tropis Cempaka terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor pada Selasa (28/11/2017) dini hari. Sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam banjir. Banjir meluas terjadi 13 desa di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, desa kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo,  Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung), dan Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari). Jalan lintas selatan lumpuh total. Banjir dan longsor menyebabkan 11 orang meninggal dunia.

Siklon tropis Cempaka akan bergerak menjauhi  wilayah Indonesia pada Rabu (29/11/2017). Namun masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung. (bnpb.go.id)

Sementara itu, bibit siklon tropis di Barat Daya Bengkulu mengalami peningkatan kekuatan menjadi siklon tropis pada pukul 19.00 WIB dengan nama SIKLON TROPIS "DAHLIA" berada pada posisi 8.2 LS dan 100.8 BT (sekitar 470 km sebelah Selatan Bengkulu) dengan pergerakkan ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia
Lahirnya siklon tropis Dahlia akan berdampak pada peningkatan hujan lebat, tinggi gelombang, angin kencang, maupun potensi kilat/ petir di beberapa wilayah di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan seperti:

  • Hujan sedang hingga lebat di pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, dan Jawa Barat bagian Selatan
  • Angin kencang > 20 knots (36 km/jam) di pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 - 4.0 meter di Perairan Kep. Nias, Perairan Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Mentawai.
  • Gelombang laut dengan tinggi 4.0 - 6.0 meter di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Enggano hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Banten.
Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar :
  • Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor terutama di daerah dataran rendah, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan.
  • Waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame/baliho tumbang/roboh serta yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil
  • Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir.
  • Waspada peningkatan ketinggian gelombang laut yang > 2.5 meter (BMKG.go.id)
Berikut sebagian bencana yang terjadi dibulan Nopember 2017 ini saja:
  • Longsor dan banjir bandang di Pacitan; 11 korban meregang nyawa.
  • Banjir Kepung Surabaya; seorang mahasiswi tewas.
  • Banjir kepung Pasuruan; sekitar 5.000 rumah terendam.
  • Hujan deras yang terus guyur Kabupaten Sidoarjo; banjir meluas.
  • Longsor di Kulon Progo; 13 titik, 1 korban jiwa.
  • Banjir Gunung Kidul; 2 mwninggal, 1.921 orang masih mengungsi.
  • Puting beliung disertai hujan deras di Banten; 15 rumah dan 1 sekolah rusak.
  • Puting beliung menerjang 3 Desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo; 754 unit rumah & 7 fasilitas umum rusak.
  • Banjir rendam dua desa di Kecamatan Natal, Madina; ratusan rumah warga tergenang air setinggi 80 cm.
  • Banjir satu meter; Sedikitnya 90 rumah warga Kec Mangkang, Semarang terendam, seorang bayi perempuan dievakuasi petugas.
  • Banjir bandang terjang 15 desa di empat kecamatan di Kabupaten Lombok Timur; dua orang meninggal dan 367 rumah, 14 jembatan, serta satu masjid rusak.
-----------------------------------------------------
Apa yang kita punya?
Kita bisa apa?
Tenaga?
Harta?
Do’a?
Yakinlah itu berguna bagi mereka
Percayalah itu takkan sia-sia bagi kita
-----------------------------------------------------
Bersama YDSF Malang Kita Peduli Duka Mereka
Nomor rekening An.Yayasan Dana Sosial al Falah Malang
BNI Syariah 5757585855
BCA 0113217771

Sertakan kode unik 7 diakhir nominal donasi, contoh: Rp. 1.000.007
📲Kirim konfirmasi melalui wa:
0813-3395-1332
Dengan format:
nama/alamat/jumlah donasi/dompet kemanusiaan

"Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya". (HR. Muslim)


Komentar Anda

Berita Lainnya