Slide 1
Berita

LELAKI RENTA PENUNGGU MUSHOLLA

Rabu, 15 November 2017    

Musholla di bilangan Gatot Soebroto menjadi saksi kepasrahan seorang Mohammad Yunus, sendiri di usia yang telah melampaui hidup Rasulullah, dia menghabiskan hari-harinya di musholla. Sholat dan dzikir menjadi aktivitas rutinnya, karena dia tak bisa membaca Al Qur’an, atau lebih tepatnya, tak lagi bisa. Ya, karena Yunus muda adalah seorang yang gemar membaca Qur’an.

Terlahir dari rahim seorang mualaf berdarah Menado, Yunus tumbuh dalam lingkungan yang baik. Ekonomi keluarga lebih dari cukup hasil usaha ayahnya yang berjualan elektronik di Pasar Besar Malang. Pendidikan keislaman juga ia dapatkan dari ibunya yang mengajar ngaji di kampung. Kondisi mulai berubah sejak kematian ayahnya, toko elektronik yang dikelola ibunya bangkrut, sehingga ekonomi keluarga goyah. Sebagai anak tunggal, Yunus terkendala kondisi kedua mata yang terinfeksi virus trachoma. Perlahan penglihatannya berangsur menurun, hinga satu saat kedua matanya benar-benar tak mampu lagi melihat.

Pepatah mengatakan ‘Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan’. Jadilah ia bergantung kepada ibunya, wanita yang dulu mengandung, melahirkan, dan membesarkannya, kini kembali mendampingi sang putra hingga akhir hayat ia menyusul sang suami sekitar tahun 2000-an. Kini lelaki yang hatinya terpaut pada masjid itu menjalani hari-harinya sebatangkara, dalam kondisi buta pula.
Alhamdulillah, dalam kondisi demikian para tetangga tak tinggal diam, untuk makan sehari-hari mereka bergantian menyediakan, kadang ia juga bersilaturahmi dengan teman-teman ayahnya di pasar, sekedar menemani pemilik menjaga toko, dari situ Yunus bisa membawa pulang rupiah sekedarnya.

Sekira sepuluh tahun lalu, seorang kerabat menikahkannya dengan seorang perempuan. Tersampir harapan, sang istri mampu mendampingi lelaki tunanetra. Sayang, akhlak sang istri jauh dari harapan. Memanfaatkan kondisi fisik suami, wanita itu mendorongnya jadi pengemis, uang hasil mengemis diambil dan dipakai oleh wanita itu. Rumah peninggalan sang ayahpun terjual sudah, beruntung Pak Haji yang membeli masih memperkenankan Yunus dan istri menempati sepetak kamar di bagian pojok belakang rumah. Rasa ketergantungan terhadap istri menjadikan Yunus tua hanya bisa pasrah. Tetapi ia tak hendak bergantung pada manusia. Bukankah Dia Yang Maha Kaya? Maha Pengasih? Maha Penyayang? Jadi, cukuplah Allah sebagai tempat bersandar.

Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Kepada-Nya bertawakkal orang-orang yang berserah diri.
(QS. Az Zumar : 38)

Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," -tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka-.
(QS. At Taubah : 59)
 
Kini si istri sudah pulang ke orangtuanya. Di musholla, Pak Yunus renta semakin larut tenggelam dalam khalwatnya dengan Rabb, sebaik-baik tempat ia melabuhkan harapan. Sungguh Allah Maha Kaya, Dia menjamin rezki setiap makhluk. Dan “Lelaki Renta Penghuni Musholla’ membuktikannya. Seorang donatur memberikan informasi kondisi Pak Yunus kepada seorang petugas amil zakat YDSF Malang, berbekal informasi awal tersebut, petugas amil segera terjun melakukan assesment dan pendalaman guna memastikan kelayakannya sebagai penerima zakat dengan merujuk pada At Taubah ayat 60. Berdasarkan hasil survei kelayakan, YDSF Malang secara rutin menyalurkan zakat para Muzakki untuk keperluan hidup Pak Yunus. Tak ada kalimat terucap dari beliau, hanya air mata sebagai ungkapan bahagia, syukur, dan pembuktian bahwa keyakinannya kepada Allah selama ini tidak salah....

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan -rezki itu-. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda -kekuasaan Allah- bagi kaum yang beriman.
(QS. Ar Ruum : 37)

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata -Lauh mahfuzh-.
(QS. Huud : 20)


Komentar Anda

Berita Lainnya